Senin, 16 April 2012

Sayap-Sayap Patah

Sayap-Sayap Patah
Wahai langit...
Tanyakan pada-Nya...
Mengapa Dia menciptaken  sekeping  hati ini....
Begitu   rapuh dan mudah  terluka....
Saat  dihadapkan  dengan  duri-duri cinta Begitu  kust dan  kokoh....
Saat  berselimut cinta dan asa....
Mengapa Dia menciptakan  rasa syg dan rindu  di dalam hati ini....
Mengisi  kekosongan di dalamnya 
Menyisakan  kegelisahan akan sosok sang kekasih 
Menimbulkan segudang tanya....
Menghimpun berjuta asa....
Memberikan semangat juga meninggalkan  kepedihan yang tak terkira....
Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa....
Menghimpit bayangan.... Menyesakkan dada....
Tak berdaya  melawan gejolak yang menerpa....

Wahai ilalang....
Pemahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini?
Mengapa  kau  hanya diam....
Katakan padaku.... Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini....
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini....
Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali....
Desiran angin  membuat  berisik  dirimu....
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku....
Aku tak tahu apa maksudmu.... Hanya menduga....
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana....
Menunggumu dengan  setia....  Menghargai apa arti cinta....
Hati terlatuh dan terluka.... Merobek malam menoreh seribu duka....
Kukepakkan sayap-sayap patahku.... Mengikuti hembusan angin yang berlalu...
Menancapkan rindu.... Di sudut hati yang beku....
Dia retak.hancur bagai serpihan cermin.... Berserakan.... Sebelum hilang diterpa angin.... 
Sambil terduduk lemah ku coba kembali mengais sisa hati....
Bercampur baur dengan debu... Ingin ku rengkuh.... Kugapai kepingen di sudut hati....
Hanya bayangan yang kudapat...
la menghilang saat mentari turun dari peraduannya ....
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini....
la telah  patah.... Tertusuk duri yang tajam....
Hanya  bisa  meratap....  Meringis....
Mencoba menggapai sebuah pegangan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar