Hingga
saat ini banyak orang masih menganggap hamster sama dengan tikus. Pandangan ini
membuat banyak orang enggan memelihara hewan ini. Padahal, meskipun berasal
dari famili yang sama, hamster jelas berbeda dengan tikus. Agar lebih mudah
membedakannya, berikut ini perbedaan taksonomi dan morfologi hamster dengan
tikus.
1. Taksonomi Hamster
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Cricetidae
Subfamili : Cricetinae
Genus : Mesocricetus ( hamster
emas )
Spesies : Hamster Syrian
(Mesocricetus auratus)
Genus : Phodopus (hamster kerdil)
Spesies : Hamster winter white
(Phodpus Songorus)
:
Hamster Campbell
(Phodopus campbelli)
: Hamster roborovski
(Phodopus roborvskii)
Taksonomi Tikus
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Superfamili : Muroidea
Famili : Muridae
Linnaeus
2. Morfologi Hamster
Gigi : Hamster memiliki gigi yang akan terus
tumbuh. Jadi biasanya hamster akan menggigit benda- benda yang ada di
sekitarnya. Kebanyakan gigi seri hamster bagian bawah lebih panjang ketimbang
gigi seri atasnya. Ada juga yang kebalikannya. Tapi jumlahnya sedikit.
Mata : Warna mata hamster digolongkan
menjadi tiga, yaitu merah, ruby, dan hitam. Dari ketiga warna tersebut kemudian
muncul gradasi atau kombinasi wama antara merah dan hitam atau antara ruby dan
hitam.
Tangan dan
Kaki : Hamster memiliki Tangan dan kaki
yang kuat. Tubuhnya yang sangat lentur membuat hamster terbisa memasuki lubang
kecil asalkan kepalanya dapat masuk dan berputar di dalamnya.
Kantung Pipi : Hamster mempunyai pipi yang dapat
difungsikan sebacam kantung. Karena kulit pipinya juga lentur, hamster betina
dapat mengangkut pakan dan bahan sarang jika akan melahirkan. Fungsi lain dari
kulit pipi yang lentur ini adalah sebagai alat pertahanan diri, yakni menakuti
musuhnya dengan cara mengumpulkan udara di dalam mulut dan kedua kulit pipinya,
sehingga wajahnya tampak wajahnya lebih besar dari ukuran sebenamya (hingga 1/3
ukuran tubuhnya) dan melebar melewati pundaknya.
Pendengaran : Pendengaran hamster sangat tajam,
sehingga dapat mendeteksi suara yang, sangat halus sekalipun. Hamster melakukan
komunikasi dengan sesamanya dalam cakupan gelombang ultrasonik. Bagi induk
hamster yang sedang mengasuh anaknya, hal ini dapat mencegah musuh musuhnya
untuk mengetatahui lokasi sarang tempat hamster mengasuh anak-anaknya, sehingga
anak-anak hamster terlindung dari pengganggu ketika sedang jauh dari induknya
dan memanggil induknya ke sarang.